SOLUSI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI INDONESIA
Masalah kualitas
pendidikan, rupanya menjadi perhatian di dunia pendidikan dewasa ini. Menurut
Tilaar (1990: 187), bukan saja bagi para professional, juga bagi masyarakat
luas pun terdapat suatu gerakan yang menginginkan adanya perubahan dalam hal
usaha peningkatan mutu atau kualitas pendidikan.
Dengan melihat
keadaan mutu pendidikan di Indonesia yang rendah, maka telah diupayakan
usaha-usaha dalam meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itu, untuk
meningkatkan mutu pendidikan sasaran sentralnya yang dibenahi adalah mutu guru
dan mutu pendidikan guru.
Dalam upaya
meningkatkan kualitas pendidikan, maka perlu kiranya dilakukan
kegiatan-kegiatan dalam usaha peningkatan kualitas guru, yaitu:
1. Absensi dan Kedisiplinan Guru
Hal ini sangat
menentukan mutu pendidikan guru, karena absensi dan kedisiplinan guru sangat
berpengaruh demi kelancaran proses belajar mengajar. Jika guru jarang hadir
atau tidak disiplin maka hal itu akan menghambat proses belajar mengajar dan
akan mengakibatkan peserta didik menjadi malas. Akan tetapi, jika guru selalu
tepat waktu tidak pernah terlambat dalam mengajar, maka hal inilah yang akan
menjadi pemacu semangat peserta didik dalam belajar. Dan bagi guru hendaknya
selalu mempunyai komitmen sebagai pendidik untuk meningkatkan mutu pendidikan.
2. Membentuk Teacher Meeting
Dimana teacher
meeting dapat diartikan dengan pertemuan atau rapat guru yang merupakan salah
satu teknik supervisi dalam rangka usaha memperbaiki situasi belajar mengajar
di sekolah.
Tujuan dari
Teacher Meeting ini adalah menyatukan pendapat-pendapat tentang metode kerja
yang akan membawa mereka bersama ke arah pencapaian tujuan pengajaran yang
maksimal dan membantu guru, baik secara individu maupun secara bersama-sama
untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka, menganalisa problem-problem mereka,
perkembangan pribadi dan jabatan mereka.
3. Mengikuti
Penataran
Penataran
merupakan salah satu saran yang tepat untuk meningkatkan mutu guru terutama
dalam hal kemampuan profesionalisme. Seperti yang diungkapkan Djumhur dan Moch
Surya dalam bukunya yang berjudul “Bimbingan dan Penyuluhan Di Sekolah”:
Penataran adalah usaha pendidikan dan pengalaman untuk meningkatkan mutu guru
dan pegawai guna menyelaraskan pengetahuan dan keterampilan mereka sesuai
dengan kemampuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidangnya
masing-masing (Djumhur,1975:115).
Kegiatan
penataran tersebut dimaksudkan untuk:
a. Mempertinggi
mutu petugas dalam bidang profesinya masing-masing
b. Meningkatkan
efisiensi kerja menuju ke arah tercapainya hasil
Adapun penataran
yang diikuti oleh guru adalah penataran yang diadakan oleh DEPAG, Depdikbud
maupun lembaga-lembaga lain. Dalam penataran ini tidak semua guru dapat
mengikutinya, tetapi hanya guru-guru tertentu dan setelah guru mengikuti
penataran maka hasilnya akan disampaikan kepada guru lainnya.
4. Mengikuti
Kursus Pendidikan
Dengan mengikuti
kursus akan menambah wawasan dan pengetahuan guru. Hal ini juga akan dapat
meningkatkan profesionalisme guru lebih bermutu. Kegiatan kursus ini bisa
dilakukan secara individu maupun kolektif.
5. Mengadakan
Lokakarya atau Workshop
Lokakarya atau
Workshop merupakan suatu kegiatan pendidikan “in-service” dalam rangka
pengembangan profesionalisme tenaga-tenaga kependidikan (Ametembun, 1981: 103).
Lokakarya
merupakan suatu usaha untuk mengembangkan kemampuan berfikir dan bekerja
bersama-sama baik mengenai masalah teoritis maupun praktis, dengan maksud untuk
meningkatkan mutu hidup pada umumnya serta mutu dalam hal pekerjaan (Piet,
1981: 108).
Dengan adanya
lokakarya ini, guru diharapkan akan memperoleh pengalaman baru dan dapat
menumbuhkan daya kreatifitas serta dapat memproduksi hasil yang berguna dari
proses belajar mengajar. Di samping itu guru dapat memupuk perasaan sosial
lebih mendalam terhadap peserta didik, sesama pendidik, dan karyawan maupun
terhadap masyarakat.
6. Mengadakan
Studi Tour
Kegiatan seperti
ini biasanya dilakukan oleh guru-guru yang mengajar mata pelajaran yang sejenis
dan berkumpul bersama untuk mempelajari masalah dari pelajaran tersebut, atau
sejumlah ilmu pengetahuan yang lain. Lokasi yang dipilih biasanya berkaitan
dengan tempat hiburan atau tempat-tempat yang bernilai sejarah, sehingga
pelaksanaannya selalu menarik dan menambah semangat.
Tidak ada komentar